Kamis, 28 November 2013

PAGI

Bagi yang menunggu, pagi tak seperti biasanya
Sejuk memeluk tulang kedinginan
Embun basahi kaca jendela dan memburam oleh desah penantian
Berharap pagi ini dia datang
Bagi yang menunggu, pagi membawanya ke pintu
Ke jendela-jendela atau celah-celah pembawa harapan
Mungkin dia akan datang untuk mengucap salam
Saat pagi ditenggelamkan siang
Bagi yang menunggu, kabut adalah cermin pembawa janji
Mungkin ia datang samar-samar
Bersama kabut yang mulai menghilang
Dibawah awan merangkak bergerak
Mentari datang pelan-pelan
Tapi ia belum juga datang
Walau pagi mulai beranjak siang
Kini semilir sejuk sudah gersang
Oleh panas dan debu yang mulai datang
Mungkin ia pun malas untuk datang